Articles

Made In Italy, made in Holland

In Dari meja gembala on June 23, 2008 by kalamkudustimika

Bacaan Alkitab: 2 Korintus 13: 1-14

Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu. (ayat 11b)

Amat dan Amin, dua konco (baca: sahabat) dari sebuah kampung nun jauh di lereng perbukitan, turun ke kota. Ketika keduanya sedang duduk di taman kota, tiba-tiba seorang penjual kaca mata datang menawarkan dagangannya. Spontan Amat dan Amin mencoba kaca mata-kaca mata yang ditawarkan. “Itu made in Italy, lho, kacanya unik warna agak kehijauan” kata sang penjual kepada Amat. “Itu made in Holland, lho, bagus untuk berjemur di tepi pantai. Gak silau karena kacanya agak hitam,” kata sang penjual kepada Amin yang mencoba kaca mata lainnya. Ketika keduanya sedang asyik mencoba kaca mata, tiba-tiba lewat sebuah mobil mewah yang kemudian berhenti tepat di depan keduanya. Melihat bentuknya yang aneh alias tidak mirip dengan mobil kebanyakan, keduanya lantas terkagum-kagum.

Kata Amat, “Wah, gile, mobil hijau itu keren!”

“Iya, keren. Tapi warnanya bukan hijau. Hitam lagi warnaya. Gimana, sih matamu?!,” balas Amin.

“Heeee, hijau lagi warnanya! Matamu aja yang kabur” jawab Amat tidak mau kalah.

“Hitam! Aku bilang hitam, ya hitam!” balas Amin lagi.

“Hijau!!!,” “Hitam, hitam, hitam!,” “Hijauuuuuuuuuuuuu.”

Amat dan Amin, yang tadinya sahabat dekat, kemudian terlibat adu mulut, adu kekuatan.  Yang tadinya keduanya datang bersama-sama ke kota, kini keduanya pulang dengan mengambil jalannya masing-masing ke kampung yang sama.

Amat dan Amin tidak sehati sepikir mengenai warna benda yang dilihat karena keduanya memakai kaca mata yang warna kacanya berbeda. Satu kehiauan, satunya hitam. Keduanya tidak akan penah sepakat ketika melihat sebuah bernda berwarna, kecuali keduanya menggunakan kaca mata yang sama.

Demikian pula orang Kristen dan sesamanya hanya akan bisa sehati sepikir bila sama-sama memakai kaca mata yang sama, yaitu kaca mata made in Kingdom of God. Artinya sama-sama memikirkan, melihat, dan memutuskan segala sesuatu untuk dan demi kepentingan Allah dan Kerajaan Allah (Filipi 2:20,21). Bukan kepentingan diri sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: