Articles

Pupuk Untuk Pertumbuhan Iman

In Dari meja gembala on September 29, 2008 by kalamkudustimika

Bacaan Alkitab: 2 Timotius 3: 10-17

Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya . . . Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermamfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakukan, dan untuk mendidik orang dalam kebenaran (ayat 12, 16)

Setiap tanaman memerlukan pupuk agar bertumbuh subur, kuat dan berbuah lebat. Tanpa pupuk, mustahil tanaman dapat tumbuh seperti yang diharapkan oleh sang petani. Boro-boro bisa berbuah lebat, berdiri tegak menghadapi terpaan angin sajapun belum tentu terjadi pada tanaman yang tidak diberi pupuk sebagaimana mestinya. Betapa pentingnya pupuk bagi pertumbuhan setiap tanaman!

Demikian pula dengan iman orang Kristen. Iman orang Kristen bagaikan tanaman yang memerlukan pupuk agar bertumbuh semakin kuat dan pada akhirnya membuat orang Kristen bisa berbuah lebat. Orang Kristen tidak perlu mencari-cari atau membuat sendiri pupuk agar imannya bertumbuh. Allah telah menyediakan 2 (dua) macam pupuk bagi orang Kristen agar imannya bertumbuh, yaitu: penganiayaan (baca: kondisi hidup yang sulit) dan firman Tuhan (baca: Alkitab).

Ya, lewat penganiayaan alias kondisi kehidupan yang sulit—yang tentu dikarenakan menjunjung nama Kristus, dan bukan akibat perbuatan dosa sendiri—dan lewat pembacaan, perenungan dan pengaplikasian firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, maka dengan sendiri iman orang Kristen akan bertumbuh. Itu janji Allah di dalam firman-Nya yang kita baca minggu ini.

Yang menjadi faktanya: seringkali ada orang Kristen ingin imannya diperteguh, namun seringkali pula ia mengeluh dan menolak setiap kondisi yang sulit yang ada di depannya. Tidak sedikit orang Kristen akhirnya memilih jalan pintas: apa sja dihalalkan agar tujuannya untuk menjadi sukses dan kaya cepat tercapai, sekalipun cara itu bertentangan dengan firman Tuhan. Seringkalipula ada orang Kristen yang ingin imannya diperteguh, namun seringkali pula ia melupakan dan mengabaikan jam-jam saat teduh-nya. Firman Allah begitu jauh dari dirinya.

Tidak ada cara lain agar iman orang Kristen dikuatkan, kecuali ia mau menjalani setiap kondisi sulit dalam hidupnya sesuai dengan aturan main firman Tuhan, dan membawa dirinya selalu bertemu Tuhan dan firman-Nya setiap hari. Atau, ternyata ia bukan sungguh-sungguh anak Tuhan! Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: